jump to navigation

KOPERASI DAN KEWIRAUSAHAAN Maret 7, 2011

Posted by adiwidia in EKONOMI.
trackback

A.KOPERASI
1.Pengertian Koperasi
Koperasi dapat diartikan sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Lambang Koperasi
Arti lambang koperasi, adalah sebagai berikut.
a.Rantai, menggambarkan persahabatan.
b.Gigi roda, menggambarkan usaha karya yang terus menerus dari golongan koperasi.
c.Kapas dan padi, menggambarkan kemakmuran rakyat yang diusahakan dan yang akan dicapai golongan koperasi.
d.Timbangan, menggambarkan keadilan sosial sebagai salah satu dasar dari koperasi.
e.Bintang dan perisai, menggambarkan Pancasila dan merupakan landasan idiil dari koperasi.
f.Pohon beringin, menggambarkan sifat kemasyarakatan yang berkepribadian Indonesia dan koperasi yang kokoh berakar.
g.Koperasi Indonesia, menggambarkan bahwa lambang ini adalah lambang kepribadian koperasi rakyat Indonesia.
h.Warna merah putih, menggambarkan sifat nasional dan golongan karya koperasi.

Landasan Koperasi
a. Landasan Idiil
Telah ditetapkan oleh Undang-Undang Koperasi No. 25 Tahun 1992 Bab II bahwa landasan idiil koperasi adalah Pancasila. Pancasila merupakan jiwa dan pandangan hidup negara, bangsa, dan masyarakat Indonesia. Pancasila juga merupakan nilai-nilai unsur yang ingin diwujudkan oleh bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

b. Landasan Struktural
Selain menempatkan Pancasila sebagai landasan idiil koperasi Indonesia, UU No. 25 tahun 1992 Bab II juga menempatkan UUD 1945 sebagai landasan struktural koperasi Indonesia. Sebagaimana diketahui, UUD 1945 merupakan aturan pokok organisasi negara RI yang berdasarkan Pancasila. Dalam UUD 1945 terdapat berbagai ketentuan yang mengatur berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia dalam bernegara.
c. Landasan Mental
Landasan mental koperasi Indonesia adalah setia kawan dan kesadaran berpribadi. Landasan itu tercermin dari kehidupan bangsa yang telah berbudaya, yaitu gotong royong. Setia kawan merupakan landasan untuk bekerja sama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Kesadaran berpribadi merupakan rasa tanggung jawab dan disiplin terhadap segala peraturan sehingga koperasi akan terwujud sesuai dengan tujuan.

Tujuan Koperasi
Undang-Undang Koperasi No. 25 Tahun 1992 Pasal 3 berikut ini!
“Tujuan koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan dan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945.”
Jadi, menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 Pasal 3 ini, tujuan operasi dapat disimpulkan menjadi tiga bagian. Perhatikan penjelasan asing-masing tujuan koperasi berikut ini!

a. Tujuan Koperasi Ditinjau dari Segi Kepentingan Anggota
1) Anggota koperasi mendirikan koperasi karena adanya suatu dorongan ntuk menyatukan kepentingannya, yaitu menyatukan usaha gar dapat memperoleh manfaat yang lebih baik. Bagi anggotanya, egiatan koperasi diarahkan untuk dapat memberikan jasa kepada etiap anggota sesuai dengan jenis usaha koperasi tersebut. Sebagai ontoh:
a) Koperasi produksi, para anggotanya mempunyai kepentingan kan ketersediaan bahan baku untuk barang-barang yang akan iproduksi serta memudahkan pemasaran. Ada bimbingan alam meningkatkan mutu produksi dan mudah memperoleh ermodalan.
b) Koperasi konsumsi, para anggotanya mempunyai kepentingan ersama untuk mempermudah memperoleh kebutuhan barangbarang onsumsi yang bermutu baik dan harganya lebih murah.
c) Koperasi simpan pinjam, bagi anggota agar mendapatkan pinjaman engan bunga rendah dan syarat yang mudah.
2) Dengan adanya koperasi dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. egiatan meningkatkan penghasilan para anggota koperasi berarti eningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan penghasilan yang inggi berarti anggota koperasi lebih banyak memiliki uang atau barang an ini memungkinkan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan.
b. Tujuan Koperasi dari Segi Kepentingan Masyarakat
Tujuan koperasi bagi kepentingan anggota telah jelas, yaitu untuk eningkatkan taraf hidup anggota. Bagaimanakah tujuan koperasi bagi asyarakat? Tujuan koperasi bagi masyarakat juga merupakan peranan operasi bagi masyarakat. Untuk lebih mengetahui kepentingan masyarakat erhadap koperasi dapat dilihat dari peranan koperasi berikut ini.
1) Koperasi membantu para anggotanya untuk meningkatkan penghasilan ehingga meningkat pula kemakmurannya
3)Menciptakan dan memperluas lapangan kerja
3) Koperasi mempersatukan dan mengembangkan daya usaha dari orangorang, baik perseorangan maupun warga masyarakat
4)Koperasi ikut meningkatkan taraf pendidikan rakyat

c. Tujuan Koperasi dari Segi Kepentingan Tata Perekonomian Nasional
Koperasi sebagai badan usaha yang ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Dalam melaksanakan kemakmuran rakyat dan negara, koperasi berguna sebagai berikut:
1) peningkatan produksi di berbagai bidang,
2) perluasan lapangan kerja,
3) pembagian pendapatan negara kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Keanggotaan Koperasi
Suatu perkumpulan harus mempunyai anggota perkumpulan, koperasi juga mempunyai anggota. Sifat keanggotaan koperasi bebas, sukarela, dan terbuka. Ini berarti bahwa seorang yang ingin menjadi anggo ta koperasi berdasarkan kesadaran dan kebebasan yang ada padanya, tanpa ada paksaan dari siapa pun. Mereka yang dapat menjadi anggota koperasi di Indonesia, adalah sebagai berikut.
a. Orang Itu Harus Dewasa dan Mampu Melakukan Tindakan Hukum
Dalam hal ini berarti, anak-anak yang di bawah umur tidak dapat diterima menjadi anggota koperasi dan tidak dapat mendirikan koperasi di kalangan mereka sendiri.
b. Menyetujui Landasan Idiil, Asas, dan Sendi-sendi Dasar Koperasi
Seseorang yang hendak menjadi anggota koperasi, sebelumnya sudah mempelajari maksud dan tujuan koperasi yang bersangkutan dan juga landasan idiil, asas, dan sendi-sendi koperasi.
c. Sanggup dan Bersedia Memenuhi Kewajiban dan Hak sebagai Anggota Koperasi
Anggota koperasi harus mengetahui kewajibannya. Setelah kewajibannya dipenuhi barulah dapat menuntut haknya. Kewajiban sebagai anggota koperasi adalah sebagai berikut.
1) Melunasi bagian masing-masing simpanan anggota terutama simpanan pokok. Jumlahnya ditetapkan dalam anggaran dasar.
2) Menaati semua landasan, asas, sendi-sendi dasar koperasi, undangundang dasar yang ditetapkan oleh pemerintah RI. Demikian juga terhadap anggaran dasar serta peraturan yang ditetapkan oleh rapat anggota koperasi sendiri.
3) Menghadiri rapat anggota koperasi dan turut mengambil bagian dalam pembicaraan jika dirasa perlu. Kehadiran anggota sangat menentukan karena tidak adanya anggota maka rapat anggota tidak dapat dilaksanakan.

Bagaimana hak anggota koperasi? Hak anggota adalah sebagai berikut.
1) Berbicara dalam rapat anggota untuk mengemukakan usul atau pendapatnya.
2) Memilih dan dipilih sebagai anggota pengurus maupun anggota badan pemeriksa.
3) Meminta diadakan rapat anggota koperasi jika dirasakan olehnya untuk membicarakan sesuatu.
4) Mendapat pelajaran yang sama antara sesama anggota dalam koperasinya.
5) Mengawasi jalannya organisasi dan usaha koperasi menurut ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar koperasi.

Kewajiban dan hak anggota dalam koperasi diatur dalam anggaran dasar koperasi beserta
keputusan rapat anggota masing-masing koperasi yang bersangkutan menurut kepentingan bersama.

Modal koperasi
Cara mendapatkan modal bagi koperasi sudah ditentukan dalam Undang-Undang Koperasi No. 25 Tahun 1992 Pasal 41, bahwa modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman.
Modal sendiri berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan hibah.

Untuk mengembangkan usahanya, koperasi dapat menggunakan modal pinjaman dengan memperhatikan kelayakan dan kelangsungan usahanya. Modal pinjaman dapat berasal dari anggota, koperasi lain, bank, dan lembaga keuangan lainnya. Masing-masing sumber modal tersebut, dijelaskan berikut ini.
a. Anggota
Pinjaman yang diperoleh dari anggota, termasuk calon anggota yang memenuhi syarat.
b. Koperasi Lainnya dan/atau Anggotanya
Pinjaman dari koperasi lainnya dan/atau anggotanya didasari dengan perjanjian kerja sama antarkoperasi.
c. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
Pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Penerbitan Obligasi dan Surat Utang Lainnya
e. Sumber Lain yang Sah
Sumber lain yang sah adalah pinjaman dari bukan anggota yang dilakukan tidak melalui penawaran secara umum.

Perangkat Koperasi
Menurut UU No. 25 tahun 1992 perangkat organisasi koperasi, terdiri atas
a. Rapat Anggota, Rapat Anggota berkewajiban terhadap berikut ini:
1) anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, menerima dan mengubahnya;
2) kebijakan umum di bidang organisasi dan usaha koperasi;
3) pemilihan, pengangkatan serta pemberhentian pengurus dan pengawas;
4) penetapan rencana kerja dan RAPB koperasi serta pengesahan laporan keuangan;
5) pengesahan pertanggungjawaban pelaksanaan fungsi pengurus;
6) penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi;
7) menentukan pembagian SHU/sisa hasil usaha;
8) membahas masalah-masalah yang timbul dalam rapat.

b. Pengurus,
1) Syarat dan masa jabatan pengurus
• Dipilih dari dan oleh anggota koperasi melalui Rapat Anggota
• Pelaksanaan hasil keputusan Rapat Anggota.
• Untuk pertama kali, susunan dan nama anggota pengurus dicantumkan dalam akta pendirian.
• Masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun.
• Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi anggota pengurus ditetapkan dalam anggaran dasar.
2) Tugas pengurus
• Mengelola usaha koperasi.
• Mengajukan rancangan kerja dan anggaran pendapatan belanja koperasi.
• Menyelenggarakan Rapat Anggota.
• Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas
• Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris.
• Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.
3) Wewenang pengurus
• Mewakili koperasi di dalam atau di luar pengadilan
• Memutuskan menerima atau menolak anggota baru serta pemberhentian anggota
• Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi

c. Badan Pengawas,
Badan pengawas dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam Rapat Anggota. Badan pengawas bertugas untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap jalannya usaha koperasi. Badan pengawas bertanggung jawab pada Rapat Anggota apakah ia telah berhasil menjalankan tugasnya.
1) Tugas pengawas
• Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi.
• Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasan.
• Memberikan bimbingan kepada pengurus dan karyawan ke arah keahlian dan keterampilan.
• Menilai hasil kerja sama dan rencana yang telah ditetapkan.
• Mencegah terjadinya penyelewengan.

2) Hal-hal yang perlu diperiksa oleh pengawas
• Uraian tentang keadaan keuangan.
• Analisis tentang kekayaan dan cara-cara penggunaannya.
• Masalah perkreditan dan penggunaannya.
• Kegiatan usaha, pendapatan, biaya operasional, dan sebagainya.
• Meneliti tentang pelaksanaan operasional apakah sudah sesuai dengan anggaran rumah tangga dan ketentuan-ketentuan lain.

d. Manajer.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: